Departemen PPPA: Pengawal Keluarga Garis Depan Cegah Radikalisme: Gaya Hidup

di Upaya mencegah timbulnya pemahaman radikalisme Untuk mencegah aksi terorisme dalam skala besar, diperlukan sinergi dan upaya antara pemerintah dan masyarakat setempat. kemudian keluarga Ia juga merupakan unit terkecil dari masyarakat dan berperan penting sebagai garda terdepan melawan radikalisasi dan terorisme internal.

“Pemerintah negara bagian juga turut serta dalam upaya pengembangan kapasitas keluarga melalui layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA),” kata Asisten Menteri Pengasuhan Anak dan Lingkungan Hidup Kementerian Hak dan Kompetensi Perempuan untuk Anak.PPPA) Pernyataan Rohika Kurniadi Sari, Selasa (13/7/2021).

BACA JUGA: PPKM Darurat, Sekda PPPA Ajak Semua Keluarga Tetap Di Rumah

Ia menambahkan 189 orang ke PUSPAGA, dengan psikolog yang kini tersebar di seluruh Indonesia. PUSPAGA memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan informasi dan bimbingan kepada keluarga serta dapat mengoptimalkan peran keluarga dalam mencegah tindakan radikal dan terorisme terhadap anak dan keluarga.

Ilustrasi anti radikalisme dan terorisme.  (Foto: Shutterstock)

Rohika menambahkan, untuk menjawab pertanyaan terkait radikalisasi keluarga dan isu terorisme, Kementerian PPPA dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar sosialisasi untuk mencegah anak dan keluarga memahami radikalisme dan terorisme melalui Family Learning Center. melakukan.

Baca juga: Berikan Pendidikan Luar Biasa, Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan.

Dijelaskannya, kegiatan ini untuk memperkuat pelayanan psikolog/konselor dan PPPA penunjang PUSPAGA dengan fungsi pelayanan dan pembinaan. Hal ini akan membantu memahami pentingnya mencegah radikalisme dan tindakan terorisme pada anak dan keluarga.

“Saya sangat berharap keluarga di seluruh Indonesia semakin kuat dan tangguh menghadapi tantangan radikalisasi dan terorisme, dimulai dengan pelonggaran pengasuhan berbasis hak anak,” pungkasnya.

(Satu)

Sial! Florentino Perez meremehkan kualitas Iker Casillas di Real Madrid dan mendapat telepon yang mengatakan Raul Gonzalez tidak untuk dijual: Bola

Madrid – Dunia maya bergejolak saat rekaman suara presiden beredar. Real Madrid, Florentino Perez, tentang legenda klub Raul Gonzalez dan Iker Casillas. Dalam rekaman tersebut, Florentino Perez dengan tegas menyatakan bahwa keduanya adalah kesalahan terbesar Real Madrid.

Setelah itu, perbincangan menyebar luas di dunia maya melalui media lokal. Kabar tersebut dikabarkan tengah memanaskan hubungan internal antara Real Madrid.

Dalam rekaman tersebut, Florentino Perez menyebut Casillas bukanlah kiper ideal Real Madrid. Pemain yang memainkan 725 pertandingan untuk skuad Los Blancos adalah Florentino Perez, yang menjadi maestro Real Madrid berkat para penggemarnya.

Baca Juga: 10 Pemain Label Megastar Direkrut Real Madrid Di Bawah Florentino Perez

“Casillas bukan kiper standar Real Madrid. Apa yang bisa saya katakan? Dia tidak pernah melakukannya dan tidak pernah,” kata Florentino Perez dalam rekamannya, Selasa (13/7/2021) dikutip dari laman Sportskeeda.

“Dia (Casillas) adalah pecundang besar bagi kami. Masalahnya adalah orang-orang mencintainya, mencintainya, berbicara dengannya dan sangat mendukungnya.”

Hal yang sama juga diungkapkan Presiden saat berbicara tentang Raul Gonzalez. Ia tak segan-segan melakukan kesalahan terbesar salah satu legenda klub, Real Madrid.

Perez juga mengatakan bahwa Raúl adalah pemain yang ‘meremehkan’ Real Madrid. Untuk itu, dia menilai pemain kelahiran 27 Juni 1977 itu tidak boleh masuk skuat Los Galacticos, julukan lain untuk Real Madrid.

“Dia adalah salah satu penipu terbesar dan yang lainnya adalah Raul (Gonzalez). Dua penipu terbesar untuk Real Madrid adalah Raul pertama dan Casillas kedua.”

Ternyata ini adalah rekaman lama yang diketahui pernah beredar pada tahun 2006 silam. Pernyataan itu muncul setelah Florentino Perez mengundurkan diri sebagai presiden Real Madrid dan menuduh Raúl membuat keputusan.

Source link