https: img.okezone.com content 2021 07 21 525 2444055 ridwan-kamil-bawa-kabar-baik-kematian-dan-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-turun-ACsYwtt55v.jpg

Ridwan Kamil Sampaikan Kabar Gembira, Kematian dan Hunian RS Covid-19 di Jabar Turun: News – Wepowergreatplacestowork

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan kabar baik karena Jawa Barat terus mengalami peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil mengatakan angka kematian (mortalitas) pasien COVID-19 di Jawa Barat dan hunian tempat tidur (BOR) rumah sakit rujukan (RS) COVID-19 terus menurun.

Kang Yi-mil kemarin mengatakan setelah menyentuh 269 orang pada 11 Juli 2021, angka kematian pasien COVID-19 pada 20 Juli 2021 terus menurun menjadi 80 (1,41% dari seluruh pasien aktif). Faktanya, pada 19 Juli 2021, angka kematian turun menjadi sekitar 70, kata Kang Emil.

“Fatalitas atau kematian akibat Covid-19 di Jabar 1,41%. Tertinggi 11 Juli ada 269 laporan, kemarin tahun 80-an dan dua hari lalu tahun 70-an,” katanya. , Rabu (21 Juli 2021). ).

Kang Emil melanjutkan, “Setelah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM), tidak hanya angka kematian, tetapi juga BOR rumah sakit konsinyasi Corona 19 di Jawa Barat turun menjadi 77,04% per 20 Juli 2021.” Berapapun puncak BOR di Jawa Barat, mencapai 90,69% pada 4 Juli 2021.

“Laporan kemarin turun 13% menjadi 77,04%,” katanya.

Kang Emil mengatakan, tingkat BOR tertinggi di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi) yaitu di atas 80%. Menurutnya, hal ini berbanding lurus dengan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19. Sementara di wilayah Priangan Timur, Kang Emil mengatakan rata-rata BOR sudah 50%.

Dia berkata, “Setelah meninjau, Bodebec masih tinggi di 80% berdasarkan wilayah, tetapi Friangan Timur rata-rata 50%, jadi saya akan memperhatikan Bodebec.”

Berdasarkan hasil penelusuran, ada tiga penyakit bawaan penyebab kematian pasien COVID-19 di Jawa Barat, yakni hipertensi, diabetes, dan jantung.

Direktur Kang Emil mengatakan, “Sebagian besar penyakit penyerta adalah tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Usia adalah 50% laki-laki dan 50% perempuan.

Guna menekan angka kematian dari tiga penyakit penyerta, Kang Emil meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperbanyak pasokan obat agar pasien lebih cepat sembuh.

Ia mendesak Kementerian Kesehatan untuk membantu pengobatan atau pengobatan untuk tiga penyakit tersebut.

Tingkat kematian juga diketahui terkait dengan cakupan vaksinasi. Kang Emil mengatakan Bandung dan Cirebon sudah memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah.

“Jadi kesimpulannya, angka kematiannya juga rendah yaitu kurang dari 1% dengan vaksinasi yang maksimal,” ujarnya.

Berbeda dengan Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut, angka kematian COVID-19 di daerah-daerah tersebut cukup tinggi karena tingkat vaksinasi yang masih rendah.

Jadi kami juga akan fokus meningkatkan imunisasi di daerah.”

Kang Emil juga menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan jutaan dosis vaksin ke Jawa Barat bulan depan.

“Menkes sudah mengatakan bulan depan jutaan dosis akan dikirim ke Jawa Barat, mencakup daerah dengan tingkat vaksinasi rendah.”

Secara umum, angka kematian pasien COVID-19 di Jawa Barat mengalami penurunan, namun Kang Emil Dang mengatakan akan terus berupaya untuk menurunkan angka kematian menjadi nol.

Selain itu, Kang Lee-mil mengatakan bahwa ada sekitar 40.000 pasien isolasi mandiri (Lee So-man) yang saat ini menerima perawatan jarak jauh melalui aplikasi Picova. Ribuan obat gratis dibagikan kepada mereka.

“Jadi mayoritas bisa tertangani, apalagi pusat bantuan narkoba,” ujarnya.

Kekurangan oksigen pada tingkat isoman sekarang dapat dipenuhi. Emil Kang mengatakan 70% suplai oksigen di Jabar diberikan untuk rumah sakit dan 30% untuk masyarakat di Isoman.

Sementara itu, Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Binsar Pandjaitan memuji penurunan angka kematian dan BOR di Jabar. Dia meminta Jabar untuk menjaga momentum baik ini.

“Data menunjukkan Jawa Barat terus meningkat jumlahnya. Saya senang mendengar bahwa semuanya membaik,” kata Luhut.

Ia berharap banyak daerah di Jabar yang masuk level 2 dalam 5 hari ke depan atau lebih tepatnya pada akhir pelaksanaan PPKM level 3 dan 4.

“Kami berharap banyak daerah Jabar yang masuk Level 2 pada 5 atau 26 Juli 2021 mendatang,” ujarnya.