Dian Sastro mengajak perempuan untuk memberdayakan mereka secara digital untuk berbagi kisah inspiratif: Lifestyle – Wepowergreatplacestowork

Jakarta – Proses digitalisasi telah terbukti memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Sementara setiap orang harus bertransisi ke dunia digital, tidak semua orang memiliki wawasan atau kesadaran untuk menggunakan teknologi digital secara positif.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD Siberkreasi meluncurkan Pelatihan Literasi Digital untuk memberikan wawasan tentang literasi digital, media sosial, teknologi, dan penggunaan internet.

Zoom with Public Figure merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital online yang berhasil dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Cyber ​​Creation. Kegiatan tersebut telah berjalan selama lebih dari dua bulan dan setiap episode memiliki ribuan peserta.

Baca juga: Kominfo Dorong Transformasi Digital, Tingkatkan Literasi Digital

Di episode kali ini, Dian Sastro tampil sebagai narasumber Nge-Zoom Together, mengajak perempuan Indonesia untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang digital. sebagai Resmi, Dian Sastro telah menginspirasi banyak perempuan Indonesia melalui pekerjaan dan kegiatan sosialnya.

Dalam kegiatan ini, Dian Sastro banyak menceritakan kisah inspiratif tentang hidupnya. Setelah sukses berkarya sebagai seniman, Dian Sastro mulai menekuni dunia di balik layar.

Ia berbagi pengalamannya sebagai sutradara di tengah krisis COVID-19 dengan memanfaatkan ruang digital untuk menghasilkan karya-karya yang akan datang. Dian Sastro mengatakan, “Teknologi digital saat ini menawarkan banyak manfaat bagi produktivitas kehidupan manusia, jadi tidak ada alasan untuk tidak produktif jika terhambat pandemi.”

Ibu dua anak ini mengaku selalu berusaha memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan positif, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Selain itu, Dian Sastro berbicara tentang pentingnya literasi digital untuk memberdayakan perempuan di ranah digital. Dian Sastro percaya bahwa perempuan harus menyadari pentingnya literasi digital.

“Sebagai perempuan, kita perlu tahu konten apa yang bersifat pribadi dan konten apa yang bisa dikonsumsi publik. Literasi digital memungkinkan perempuan untuk lebih waspada dengan tidak hanya dididik tentang teknologi digital dan menggunakan Internet, tetapi juga dididik untuk tetap aman di ranah digital, ”katanya.

Dain Sastro juga mengatakan bahwa dirinya telah menanamkan literasi digital pada kedua anaknya sejak dini. Dalam kegiatan ini, Dian Sastro tidak hanya berbicara tentang pemanfaatan teknologi digital bagi perempuan, tetapi juga banyak berbicara tentang gerakan sosial pemberdayaan perempuan yang sering dilakukannya.

Dengan kisah inspiratifnya, Dian Sastro menjadi seorang tokoh. Resmi Seorang wanita yang dapat memberikan banyak contoh positif bagi wanita lain. Selain Dian Sastro, masih banyak pembicara inspiratif lainnya yang hadir dalam kegiatan Kominfo Digital Literacy.

jadi ayolah mengikuti Kunjungi akun media sosial @siberkreasi kami atau website info.siberkreasi.id untuk kegiatan menarik lainnya.

sentimeter

(yao)

Kisah Murid Cantik di Desa Terpilih Menjadi Pasquibra di Istana : News – Wepowergreatplacestowork

Pekanbaru Baru – Pasangan suami istri Harry, 51, dan Nurdiana Litonga, 44, terharu dan bangga ketika putri mereka, Dwita Okta Amelia Herdian, mewujudkan impiannya menjadi bagian dari pengibaran bendera pusaka.Pasquibra) di keraton dalam rangka memperingati 76 tahun berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjalanan Dwita menjadi Paskibra tentu tidak mudah.

Deswita adalah gadis desa yang tinggal di Desa Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Gadis desa ini adalah pegawai perkebunan kelapa sawit PTPN V Riau.

Baca juga: Anak tukang kayu, Lido Hafizar, yang menjadi Pasquibraka di istana

Perjalanan panjang Dwita ke Jakarta dimulai dari tingkat paling bawah, yakni tingkat kecamatan. Kami hidup selangkah demi selangkah dengan ketekunan dan doa. Akhirnya muncul nama siswa kelas Xl MIPA 1 Gunto Darussalam dan melanjutkan ke tahap seleksi kabupaten.

Ia pun melanjutkan perjuangannya, dimana persaingan di tingkat lokal semakin ketat dan jumlah siswa yang memperebutkan tiket ke tingkat provinsi juga semakin meningkat. Ratusan siswa mengikuti proses seleksi. Perjuangan, bakat, dan tekadnya membuatnya menjadi yang terbaik di tingkat lokal. Dia siap bersaing di tingkat lokal. Dwita bersama orang tua dan keluarganya meninggalkan desa yang cukup jauh dari ibu kota Provinsi Riau.

Baca juga: Kisah Haru Paskibraka Istana membuat ibundanya berlinang air mata dengan bangga.

Ayah Deswita, Heri, yang khawatir dengan pandemi Covid-19, dengan senang hati membebaskan putri kesayangannya dari kota ke kota Pekanbaru untuk mengikuti seleksi lokal. Seleksi di Kota Pekanbaru berlangsung selama 4 hari dari tanggal 19 Mei 2021 hingga 22 Mei 2021. Belakangan tim starter menghubungi dan mengatakan bahwa Dwita terpilih mewakili Riau.

“Suatu kehormatan bagi saya dan keluarga saya menjadi pengibar bendera karena prestasi putra saya,” kata Harry. “Saya selalu berdoa agar impian anak saya menjadi kenyataan. Perusahaan PTPV V selalu mendukung kami.

Sementara itu, Dwita mengatakan suatu kehormatan menjadi Paskibraka di Istana Negara. Menurut gadis yang tersenyum, Paskibraka bukan tentang mengibarkan bendera. Tapi disiplin, fisik, pengetahuan dan mental.

Dwita yang bercadar mengatakan, “Terpilih sebagai wakil negara bagian Riau, saya mengemban tanggung jawab Bapak-Bapak Sekretariat Olahraga Pemuda, saudara-saudara pelatih dan pihak-pihak yang terlibat.” wanita.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan dua perwakilan Riau, Dwita dan Hervy Shendyka, ditugaskan untuk mengibarkan bendera di Istana Kerajaan.

“Kita patut bangga dengan mereka. Jaga kesehatan selalu,” kata Gubernur Riau.

“Yang penting kerja keras dan jaga kesehatan, selalu kompak dan punya nama baik di daerah. Sehat selalu dan ingat beribadah. Saatnya berdoa dan berdoa,” kata Syamsuar. .

Kemudian, Direktur Utama PTPN V, Jatmiko K Santosa, mengakui prestasi Dwita dengan bangga. Ia juga mengucapkan selamat kepada Dwita dan orang tuanya atas prestasi yang membanggakan keluarga besar anak usaha PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara itu.

“Ini prestasi yang sangat kita banggakan. Tukang kebun sudah membuktikan diri dengan prestasi. Insya Allah ini juga bisa menjadi motivasi bagi semua anak perkebunan untuk menuntut ilmu jauh dari ibu kota provinsi tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya. (kebisingan)