https: img.okezone.com content 2021 07 18 512 2442452 tak-diproses-hukum-kades-jenar-minta-maaf-dan-sadar-covid-19-berbahaya-WDjMnyuB1i.jpg

Kepala Desa Jenar, Tak Terjerat Hukum, Minta Maaf dan Sadari Bahaya Covid-19: News – Wepowergreatplacestowork

SRAGEN – Usai bikin heboh acara hajatan akibat pembubaran gugus tugas Corona 19, dan kembali beraksi, Kepala Desa Genar, Sragen, Samto, mohon maaf. Ia juga mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan (ejekan).

Dia berbicara tentang kegagalan polisi Sragen untuk menangani secara hukum tindakannya ketika Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jenar Sragen memasang baliho kontroversial dan membuat keributan di perayaan warga selama wabah. pembubaran.

BACA JUGA: Begini Kronologi Kemarahan Kepala Desa Jenar Saat PKN Dibubarkan Satgas.

Kapolres dan Dandim justru membantu Kades Genard untuk meminta maaf dan mengklarifikasi perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di Mapolres Sragen pada Minggu (18 Juli 2021).

Dalam jumpa pers yang digelar di Mabes Polri itu, Samto tidak mengenakan sepatu dan mengenakan kemeja berkerah merah dan celana abu-abu.

Samto diundang ke Polres Sragen untuk dimintai keterangan pada acara Marathon pada Sabtu sore, 17 Juli 2021. Ujian dilaksanakan mulai Sabtu sore hingga Minggu pagi. Saat berjalan, Samto mengalami stroke dan ditolong oleh polisi Sraggen.

Samto didampingi Kapolres AKBP Yuswanto Ardi dan Dandim 0725/Sragen Lt. Duduk di antara Kol.(inf) Anggoro Heri Pratikno. Dengan suara terbata-bata, Samto membacakan permintaan maaf dan klarifikasi di depan wartawan.

“Saya Samto selaku Kepala Desa Genard menyadari sepenuhnya tanpa paksaan dari pihak manapun, dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Sragen dan seluruh masyarakat Sragen atas segala perbuatan, perkataan dan sikap saya yang selama ini dilakukan. tidak mendukung kebijakan dan kebijakan pemerintah. “Berdasarkan data dan informasi yang kami terima dari pihak kepolisian resor mengenai situasi pandemi COVID-19, kami sepenuhnya menyadari dan meyakini bahwa COVID-19 ada, sangat berbahaya dan harus kita lawan. itu bersama-sama,” kata Samto.

Setelah perayaan warga desa selesai, Anda harus menyelidiki jiwa kepala desa, Jenar Sragen, saat Anda bereaksi.

distorsi informasi

Samto mengimbau secara khusus kepada masyarakat di Desa Jenar untuk mendukung pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) dengan mematuhi program pemerintah, khususnya protokol kesehatan. Untuk sementara, Samto melarang perayaan warga desa Genard sampai situasi tenang.

“Untuk membantu semua orang terhindar dari penyebaran COVID-19, segera ikuti program imunisasi gratis dari pemerintah. Saya berjanji untuk tidak mengulangi. Samto mengatakan, “Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini, kami siap menghukum secara sadar sesuai ketentuan yang berlaku.”

Kapolres Sragen dan Dandim sengaja mengambil kebijakan penyelesaian kasus Dirjen secara damai dengan pertimbangan kesehatannya yang kurang baik. Kapolres juga menjelaskan bahwa aparat desa Samtoga masih membutuhkan bantuannya untuk melanjutkan program pemerintah dalam pengendalian virus corona di Desa Genar.

“Saya sempat ngobrol empat mata dengan dia (Kades Jenar Samto). Jelas dia kekurangan data situasional yang akurat dan up-to-date tentang perkembangan Covid-19. Saya jelaskan padanya. Kami sangat serius menyelamatkan masyarakat. Penyaluran bantuan sosial, vaksinasi, pemeliharaan fasilitas kesehatan agar tidak terjadi kekurangan oksigen dan obat-obatan. Serta membantu menguburkan jenazah,” kata Kapolres.

Ardi yang akrab disapa Kapolres itu menjelaskan, apa yang dilakukan Pemkab dengan kepolisian dan Kodim menunjukkan bukti adanya Covid-19. Wali desa menjelaskan, apa yang dilakukannya karena informasi Corona 19 terdistorsi dan informasi yang baik tidak tersampaikan dengan baik kepada kepala desa.

Komisaris Jenderal Polisi Jenard mengatakan dia mendukung dan membantu keberhasilan pengendalian COVID-19 setelah dia mengidentifikasi dan memperoleh informasi yang akurat tentang virus tersebut.

Kodim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno menghimbau kepada warga Sragen untuk setia dan rajin mengikuti protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Dia mengajak Anda untuk menjaga diri, keluarga, dan masyarakat sekitar agar tetap aman.